free sex
Seks bebas yang belakangan ini semakin banyak diekspos media, karena memang fakta dimasyarakat demikian.hal yang dulu dianggap tabu oleh masyarakat sekarang seolah menjadi konsumsi sehari-hari. Masyarakat kita mulai berkiblat kebarat .dengan dali kebebasan aseolah semuamenjadi sah-sah saja.asal tidak rugikan orang lain.free sex yang katanya dulu hanya dinikmati kaum elit,ternyata salah. Tidak hanya kaum elit saja yang menikmati tetapi hamper seluruh lapisan masyarakat, mulai dari penjual Koran sampek yang duduk digedung dewan, mulai santri sasmpek kiyai. Sangat mengerikan memang. Otak-otak pemuda Indonesia sudah banyak teracuni dengan budaya-budaya barat. Dan tanpa disadari budaya tersebut masuk melalui food, fashion dan film. Pemuda Indonesia menjadi hedonis, konsumtif dan Individualis. Tak lagi memikirkan masa depan bangsa, tak lagi berfikir social. Kecanggihan teknologi yang seharusnya menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan, banyak disalah gunakan oleh. Mereka datang kewarnet hanya untuk chattingdan membuka-buka situs porno dan saudara-saudaranya. Kreatifitas anaka bangsapun semakin pupus seiring dengan merosotnya moral mereka. Dengan semakin mudahnya mengakses hal-hal yang berbau porno, hal ini seolah memicu semakin tumbuh suburnya seks bebas di aindonesi. Tidak hanya lingkup regional,tapi sudah merambah kedaerah-daerah pelosok. Bahkan lamongan yang dikenal dengan kota santri kinipun terjangkit firus seks bebas, hal ini terbukti dengan semakin tingginya data statistic penduduk lamongan yang mengidap HIV AIDS.dan penyebab utamanya adlah seks bebasatau seringnya bergonta-ganti pasangan diluar ikatan pernikahan.
Warung remang-remang disudut-sudut jalan, tersebar luasnya video-vidio porno baik lewat internet, cd, hp dll. Yang kebanyakan konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa. Belum lagi kasus perkosaan,skandal seks, dan lain-lain
Virus seks bebas ini sepertinya sudah menjadi gaya hidup masyarakat sehingga sangat sulit untuk membasminya. Para ulama/ kiyai yang seharusnya mampu medirikan pondasi akhlak pada santrinya, kini lebih uska berkecimpung di dunia politik. Orang tua yang seharusnya menjadi patner anak dalam segala hal, kini lebih banyak disibukkan dengan urusan dan kerjaannya masing-masing, mahasiswa yang seharusnya menjadi pelopor perubahan bangsa dan agama, kini mereka menjadi korban kebebasan jaman modern.mereka hanya mampu melahirkan otak-otak yang kerdil, mereka berkoar-koar membela rakyat sipil tertindas, padahal tanpa disadari penindasan itu muncul dari dirinya yang tertindas. Eksekutif yang seharusnya mampu menelorkan kebijakan yang populis, mereka hanya mampu duduk manis sebagai formalitas belak.bahkan mereka seharusnya menjadi contoh bagi masyarakatkinipun banyak yang terjerumus ke seks bebaskasus yahya zaini dan maria evadengan skandal seksnya, itu hanya sebagian kecil kebusukan ahlak mereka, sebenarnya masih banyak pihak lainyang juga sama dengan yahya-eva.
Seks bebas ini akan terkikis kalau kesadaran dari kita pribadi untuk benar-benar menjauhi seks bebas, hal ini tentunya harus didukung dengan pondasi ian takwa terhadap agamanya masing-masingdan tak lepas juga dari lingkungan sekitar baik itu teman atau keluarga. Mereka harus mampu menciptakan suasana yang benar-benar bersih dari hal-hal yang memicu seks bebas, karean sekuat apapun iman sesorangyang namanya manusia kalau fasilitas kesek lebih dominan lama kelamaan akan terpengaruh juga. Jadi kerjasama dari seluruh elemen sangat mendudkungs sekali terkikisnya seks bebas ini.
10 Desember 2006

0 Responses to "catatan lalu"
Posting Komentar