Ibuku Petaniku
Walau surya belum menampakkan diri
Burung belum terdengar kicaunya
Jago dibelakang rumahpun
belum terdengar kokoknya
Bergegas engkau tinggalkan rumah
Melangkah
Hadir ditengah bentangan sawah
Disetiap ayunan langkah kakimu
Terucap Do'a
Ikhlas untuk anakmu
Generasi bangsa
Kau biarkan tubuhmu kedinginan
saat hujan mengguyurmu
Kau biarkan punggungmu mengkilap
Saat mentarimembakarmu
Dan kau biarkan jari lentikmu
Bermain dengan tanah-tanah kotor
Ibuku Petaniku....
Kaulah tulang punggung bangsa
Kaulah tulang punggung bangsa
Bangsa Indonesia
Ber-agrari
Tanpa letih
Ber-agrari
Tanpa pamrih
Engkaulah pelestari khas Negeri
17 mei 2007
Abidaturrohmani
juara II lomba menulis puisi tentang perempuan cinta Indonesia

0 Responses to "puisiku dulu..."
Posting Komentar