puisi
Written by Catatan Abida on Kamis, 21 Januari 2010 at 09.02
Dimanakah engkau...........
Aku rindu engkau..............
Hari kujalani
Kulalui
Tanpa engkaaaaaaaaaaaaaau didekatku
Keakraban yang dulu pernah kita jalin
Perlahan pudar
Seiring berjalannya waktu
Ya Allah aku kehausan
Aku bersanding dengan alam-mu
Yang hijau nan asri
Tapi aku seolah hidup dalam kegersangan
Ditengah padang pasir
Yang luas membentang
Tanpah secercah pohonpun
YaAllah
Hanya dengan hidayah-mu
Kedamaian kan kugapai
Hanya dengan Inayah-muHidupku
Dan dengan kehendak-mu
Harapku
Jadi surgaku
5 januari 07
ADAT DAN ISLAM
Written by Catatan Abida on at 08.52
Adat jawa yang banyak tidak dipercaya orang, terlebih para anak muda ternyata adalah adalah benar, karena sebenarnya hukum yang mereka percayai itu diambil dari sumber-sumber yang sah seperti Alqur’an, hadist dan juga kitab-kitab kuning yang kemudian disesuaikan dengan hokum alam atau kebiasaan mereka. Sayangnya mereka tak mampu menunjukkan kepada anak cucunya tentang dasar-dasar yang mereka ambil secra tekstual. Saya pribadi dudlu tidak percaya bahwa kawin dengan kerabat dekat itu tidak boleh, atau tepatnya boleh tapi tidak baik.karena menurut adapt jawa akan berpengaruh buruk trehadap risky, keturunan, dan lail-lain. Ternyata hal itu bukan asal sajatapi benar-benar diterangkan dalam saalah satu kitab bahwa “la tankihul kuraabata fainnal waladu yahluku dlaawiyan ainahiifan wadzaalikalidlaa’fisysyahwati ma’ahaabihilaafalghoriibah”.disini menganjurkan, bukan melarang untuk menikah dengan keluarga jauh, atau melarang dengan keluarga dekat( kerabat)karena nanti keturunannya secara fisik atau mental (ternyata hal ini bukan omong kosong dan sudah banyak terbukti di masyarakat sekitar kita) .bahkan juga dapat melemahkan nafsu seksualnya. Hal ini bisa berpengaruh terhadap keberlangsungan ,ketentraman dan keharmonisan keluarga. Tapi perlu digaris bawahi, bahwa tidak haram secara syar’i.
Kalau kita bisa merenung sejenak ternyata islam itu begitu indah. Segala sesuatu hal sudah diatur sedemikian rupa dan ada tata cara atau aturan mainnya masing-masing.sayang kadang kita sebgai umat islam kurang mampu mendalami dan memahami ajaran islam secara kaffah….
catatan lalu
Written by Catatan Abida on Selasa, 19 Januari 2010 at 08.13
free sex
Seks bebas yang belakangan ini semakin banyak diekspos media, karena memang fakta dimasyarakat demikian.hal yang dulu dianggap tabu oleh masyarakat sekarang seolah menjadi konsumsi sehari-hari. Masyarakat kita mulai berkiblat kebarat .dengan dali kebebasan aseolah semuamenjadi sah-sah saja.asal tidak rugikan orang lain.free sex yang katanya dulu hanya dinikmati kaum elit,ternyata salah. Tidak hanya kaum elit saja yang menikmati tetapi hamper seluruh lapisan masyarakat, mulai dari penjual Koran sampek yang duduk digedung dewan, mulai santri sasmpek kiyai. Sangat mengerikan memang. Otak-otak pemuda Indonesia sudah banyak teracuni dengan budaya-budaya barat. Dan tanpa disadari budaya tersebut masuk melalui food, fashion dan film. Pemuda Indonesia menjadi hedonis, konsumtif dan Individualis. Tak lagi memikirkan masa depan bangsa, tak lagi berfikir social. Kecanggihan teknologi yang seharusnya menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan, banyak disalah gunakan oleh. Mereka datang kewarnet hanya untuk chattingdan membuka-buka situs porno dan saudara-saudaranya. Kreatifitas anaka bangsapun semakin pupus seiring dengan merosotnya moral mereka. Dengan semakin mudahnya mengakses hal-hal yang berbau porno, hal ini seolah memicu semakin tumbuh suburnya seks bebas di aindonesi. Tidak hanya lingkup regional,tapi sudah merambah kedaerah-daerah pelosok. Bahkan lamongan yang dikenal dengan kota santri kinipun terjangkit firus seks bebas, hal ini terbukti dengan semakin tingginya data statistic penduduk lamongan yang mengidap HIV AIDS.dan penyebab utamanya adlah seks bebasatau seringnya bergonta-ganti pasangan diluar ikatan pernikahan.
Warung remang-remang disudut-sudut jalan, tersebar luasnya video-vidio porno baik lewat internet, cd, hp dll. Yang kebanyakan konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa. Belum lagi kasus perkosaan,skandal seks, dan lain-lain
Virus seks bebas ini sepertinya sudah menjadi gaya hidup masyarakat sehingga sangat sulit untuk membasminya. Para ulama/ kiyai yang seharusnya mampu medirikan pondasi akhlak pada santrinya, kini lebih uska berkecimpung di dunia politik. Orang tua yang seharusnya menjadi patner anak dalam segala hal, kini lebih banyak disibukkan dengan urusan dan kerjaannya masing-masing, mahasiswa yang seharusnya menjadi pelopor perubahan bangsa dan agama, kini mereka menjadi korban kebebasan jaman modern.mereka hanya mampu melahirkan otak-otak yang kerdil, mereka berkoar-koar membela rakyat sipil tertindas, padahal tanpa disadari penindasan itu muncul dari dirinya yang tertindas. Eksekutif yang seharusnya mampu menelorkan kebijakan yang populis, mereka hanya mampu duduk manis sebagai formalitas belak.bahkan mereka seharusnya menjadi contoh bagi masyarakatkinipun banyak yang terjerumus ke seks bebaskasus yahya zaini dan maria evadengan skandal seksnya, itu hanya sebagian kecil kebusukan ahlak mereka, sebenarnya masih banyak pihak lainyang juga sama dengan yahya-eva.
Seks bebas ini akan terkikis kalau kesadaran dari kita pribadi untuk benar-benar menjauhi seks bebas, hal ini tentunya harus didukung dengan pondasi ian takwa terhadap agamanya masing-masingdan tak lepas juga dari lingkungan sekitar baik itu teman atau keluarga. Mereka harus mampu menciptakan suasana yang benar-benar bersih dari hal-hal yang memicu seks bebas, karean sekuat apapun iman sesorangyang namanya manusia kalau fasilitas kesek lebih dominan lama kelamaan akan terpengaruh juga. Jadi kerjasama dari seluruh elemen sangat mendudkungs sekali terkikisnya seks bebas ini.
10 Desember 2006
anjal juga berhak perlindungan
Written by Catatan Abida on Sabtu, 16 Januari 2010 at 06.44
miris mendengarnya, bukan hal yang baru lagi disekitar kita fenomena anak jalanan. rupanya pemerintah belum mampu memelihara mereka, belum mampu mengaplikasikan UUD 45. sayang sekali, diusianya yang masih belia seharusnya mereka bermain lepas, bermanja-manja dengan orang tua, belajar, sekolah, dan seabrek aktivitas yang menggembirakan hati mereka, tapi ini justru berbalik 180 derajat untuk anak jalanan. mereka harus bertarung melawan kerasnya hidup jalanan,bergaul dengan orang yang jauh usianya diatas mereka, mencari secuil harapan untuk menyambung hidupnya.tanpa menghiraukan lagi keamanan dirinya.yang setiap saat bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. banyak terjadi tindak kekerasan terhadap mereka,baik kekerasan fisik atau psikologis.dan bukan hal yang baru anak-anak jalanan ini ternyata sudah terkordinir seperti halnya sebuah organ atau perkumpulan .yang dipegang kendali oleh orang-orang dewasa (preman) yang memanfaatkan keberadaan mereka.sungguh malang nasib anak-anak jalanan ini, siapa yang harus bertanggung jawab dengan keadaan seperti ini.tindak kekerasan terhadap anjal semakin marak terjadi seperti yang telah banyak diberitakan di beberapa media.banyak korban kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anjal. bahkan sampai menjadi korban pembunuhan.inilah fenomena yang masih terjadi dinegeri ini jangan kita menutup mata.
aneka permainan dan manfaatnya bagi anak
Written by Catatan Abida on Selasa, 12 Januari 2010 at 22.12
Dunia anak usia batita memang dunia bermain. Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak batita. Tari Sandjojo, Psi., dari Cikal Jakarta memaparkan aneka jenis sarana bermain yang bisa sesuai bagi anak batita. Tentu saja lengkap dengan manfaatnya bagi berbagai aspek perkembangan anak.
Perosotan
Anak bisa menikmati sensasi ketinggian, terlebih saat ia berada di
puncak perosotan dan siap meluncur. Belum lagi merasakan bagaimana
tubuhnya terasa melayang kala meluncur ke bawah hingga akhirnya
mendarat di ujung perosotan. Sebelum meluncur pun anak harus menjalani
proses naik tangga. Motorik kasar anak benar-benar teruji, termasuk
bagaimana menjaga keseimbangan tubuhnya saat menapaki anak tangga.
Selain itu, anak juga belajar mengenai peraturan. Di antaranya mesti
tertib bergiliran naik satu per satu dan tidak boleh naik dari papan
luncurnya agar tidak tertabrak anak lain di atasnya.
Ayunan
Anak akan merasakan kenikmatan tersendiri saat tubuhnya terayun secara
kencang atau lambat maupun tinggi atau rendah dari tempat berpijak. Ia
juga jadi belajar mengantisipasi bahaya. Jika ada yang mengayunnya dari
depan atau belakang, misalnya, tentu harus diingatkan karena tindakan
ini justru membahayakan si pengayun. Selain itu anak pun dilatih untuk
mempertajam kemampuan kontrol dirinya agar tidak berayun terlalu cepat
dan tidak pula kelewat lamban.
Permainan pasir
Pilih butiran pasir yang lembut dan halus serta tidak menempel di kulit
anak. Dengan dikenalkan pada permainan pasir, anak akan belajar
mengenai tekstur kasar. Begitu juga tentang panas dan dinginnya pasir,
maupun perubahan bentuk saat dicampur air. Bukankah ini berarti
mengenalkan anak pada dunia ilmu pengetahuan, tepatnya belajar IPA
secara sederhana.
Tentu saja dalam memilih pasir tersebut orang tua harus hati-hati
mengingat material ini dapat pula menjadi tempat tinggal bagi binatang
kecil. Bukan tidak mungkin ada binatang yang bisa membahayakan atau
setidaknya membuatnya takut dan cedera.
Stepping&Balok Keseimbangan
Imajinasi anak dirangsang melalui permainan ini. Arahkan anak seakan ia
harus menyebrangi sungai yang deras dengan balok itu. Jika cuma
berjalan dan berlalu begitu saja di atasnya, yang didapat anak hanyalah
kesempatan melatih motorik dan keseimbangannya saja, tapi bukan
imajinasinya.
Mandi Bola
Lewat permainan ini anak akan mengalami sensasi yang beragam. ''Oh
seperti ini ya rasanya berenang dalam kolam bola. Beda dengan masuk
kolam air yang bisa membuatku tenggelam, terjun ke kolam ini empuk dan
tidak membuatku tenggelam. Kalaupun aku tenggelam karena banyak gerak,
aku tetap bisa bernapas, kok.'' Belajar mengenai konsep warna dan
bentukpun bisa diperoleh anak di sini. Begitu juga dengan belajar
menentukan arah jika anak ingin main lempar bola.
Main Air
Umumnya anak usia batita hobi main air. Ia masih dikuasai rasa ingin
tahu atau keinginan bereksplorasi, termasuk terhadap air. Meski ada
juga yang takut terhadap air karena pernah mengalami pengalaman tak
menyenangkan dengan material ini. Sayangnya, tidak sedikit orang tua
yang justru membentengi rasa ingin tahu anak terhadap air dengan banyak
melarang. Semisal jangan mandi lama-lama, enggak boleh main
hujan-hujanan atau becek-becekan, dan sejenisnya.
Padahal menurut Tari, manfaat bermain air itu sendiri cukup banyak.
Selain bisa merasakan adanya sensasi yang menyenangkan, mengapa tidak
dioptimalkan dengan mengarahkan anak untuk mencintai dunia ilmu
pengetahuan? Fasilitasi rasa ingin tahunya dan kegemarannya bermain air
dengan menghadirkan wadah dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mencampur
air dengan cat air, pasir, atau tepung akan membantu anak menemukan
banyak hal baru mengenai berat jenis, volume, perubahan bentuk, warna,
dan sebagainya.
Gorong-Gorong/Terowongan
Karena suasana yang dihadirkannya amat berbeda, gorong-gorong memberi
sensasi tersendiri sebagai sarana bermain bagi anak. Saat berada di
dalamnya anak mendapati suasana yang agak gelap, sempit, lebih dingin
dan membuat suaranya bergema. Anak pun belum bisa menerka-nerka apa
yang bakal ditemuinya di depan sana , di setiap belokan ataupun di mulut
gorong-gorong. Latihan semacam ini akan meningkatkan kemampuan anak
dalam hal antisipasi. Selain melatihnya mengatasi rasa takut saat
menghadapi suasana berbeda. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi
anak yang ujung-ujungnya akan mengasah kemampuan beradaptasi.
Jala/Jaring
Saat manapaki jala/jaring, sensasi ketinggian juga akan didapat anak
sebagai salah satu manfaat. Manfaat lainnya adalah mengasah
ketrampilan motorik, rasa percaya diri, keberanian, maupun
keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Tumpangan Bergoyang
Bentuknya bisa bermacam-macam, dari pesawat terbang, tokoh film kartun,
mobil, motor, hewan, atau apa saja. Namun menurut Tari, keinginan
batita mencoba permainan ini lebih karena ketertarikannya pada aneka
bentuk yang ada. Sementara dari segi manfaatnya nyaris tidak ada,
selain sensasi saat mainan bergoyang ke kiri dan kanan atau ke depan
dan belakang secara teratur saat dimasukkan koin.
Langganan:
Postingan (RSS)






